Minggu, 22 Agustus 2010

Kalau Media Melakukan Pembohongan Publik

Beberapa hari belakangan media sedang asyik-asyiknya menyoroti tema pembohongan publik. Dua petinggi negara menjadi obyek bahasan. Mereka adalah Kapolri dan Jaksa Agung. Menurut media, keduanya dipandang telah membohongi publik terkait pernyataan mereka sebelumnya bahwa ada bukti rekaman pembicaraan antara Ari Muladi dan Ade Raharja. Kasusnya gk perlu dijelaskan lagi, bukan??!!
Media terlihat benar-benar menikmati gelombang isu ini. Polri dan Kejagung benar2 menjadi sasaran tembak tanpa pelindung, meski klarifikasi demi klarifikasi telah dilakukan. Posisi mereka dalam kasus ini memang rentan pemberitaan negatif.
BTW, apa yang terjadi jika media melakukan pembohongan publik? Mungkin hal ini akan lebih mudah. Sebaris permintaan maaf or ralat via running teks, senyum manis news anchor atau presenter dengan mimik penyesalan mengurai beberapa baris kata maaf kepada pemirsa mungkin akan menjadi penyelesaian. Simple kan??!! Apa itu bukan pembohongan publik???
Itulah yang terjadi dengan sebuah stasiun tv nasional. Sejak jauh hari tv ini telah mengiklankan pertandingan bergengsi piala super Spanyol antara Barcelona (klub favoritku) vs Sevilla pada hari minggu (15/8) dini hari, tepatnya pukul 03.00 WIB. Nah, setelah lama tidak melihat tim kesayanganku bertanding, saya pun berjuang untuk begadang hingga jam 3.00 berselang. Beberapa menit menjelang waktu kick-off tiba-tiba kedua presenter menyampaikan permohonan maaf karena stasiun tv tersebut tidak dapat menyiarkan pertandingan dimaksud dengan alasan yg kurang jelas. Bayangkan, sudah begadang, pembatalan dilakukan cuma beberapa menit sebelum pertandingan dimulai, bisa dibayangkan kecewanya penonton seperti saya.
Nah, apa tindakan seperti ini bukan pembohongan publik??? Apa pembatalan pada menit-menit terakhir tanpa alasan jelas bisa sepadan dengan kebohongan yang telah berdampak sedikit maupun besar bagi pemirsa? Kapolri yang membatalkan pelantikan sejumlah PATI Polri pada waktu2 terakhir langsung menjadi obyek serangan media. Isu2 tak sedap pun dimunculkan - entah terkait secara langsung atau tidak. Tapi itulah posisi media yang sulit diganggu gugat. Dapat menyerang siapa dan apa pun tapi seolah2 menjadi the untouchtable.
NB. Sebagai pemirsa, saya cukup sopan untuk tidak menyebut nama stasiun TV tsb. hehehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar